Efektivitas Organisasi: Makna, Faktor dan Cara Mengukurnya

Efektivitas Organisasi: Makna, Faktor dan Cara Mengukurnya | Efektivitas organisasi merupakan parameter yang diperlukan untuk memantau sejauh mana organisasi dapat mencapai arahnya.

Efektivitas Organisasi

Nah, lalu apa saja langkah-langkah untuk memastikan efektivitas organisasi Anda sudah maksimal?

Dapatkan jawaban detailnya di artikel ini.

Pentingnya Efektivitas Dalam Sebuah Organisasi

Efektivitas sebagai perolehan kegiatan sesuai target. Satu tugas yang telah dikerjakan oleh satu orang pasti dapat mendukung tercapainya arah yang sejalan.

Hal ini dapat terjadi karena setiap organisasi terdiri dari bagian-bagian atau jajaran.

Selain itu, akuisisi arah garis akan memberikan dukungan untuk keuntungan satu arah organisasi secara keseluruhan.

Oleh karena itu, efektivitas dalam suatu organisasi dapat digambarkan sebagai berikut.

Efektivitas Organisasi

Berdasarkan gambar dari sudut pandang efektivitas di atas, dapat dilihat bahwa hubungan antara ketiganya jelas antara efektivitas individu, efektivitas lini dan efektivitas organisasi.

Efektivitas pribadi tentu akan mendukung efektifitas pangkat dan efektivitas pangkat akan mendukung efektifitas organisasi.

Dengan demikian perolehan arah organisasi tergantung pada efektivitas lini. Demikian juga, efektivitas garis tergantung pada efektivitas pribadi.

Memahami Efektivitas Organisasi

Salah satu efektivitas organisasi terkait dengan perolehan arah.

Keuntungan satu arah yang dimaksud di sini meliputi perolehan arahan pribadi, arahan kelompok, dan arahan organisasi.

Oleh karena itu, dalam suatu organisasi akan dilakukan penilaian terhadap pencapaian arah yang pasti dengan dimulai dari penilaian terhadap keuntungan pribadi dari arah atau efektivitas kerja masing-masing karyawan.

Pengertian Efektivitas Organisasi Menurut Beberapa Ahli

Pemahaman beberapa ahli mengenai efektivitas organisasi yaitu;

  • Gibson (1984:28) mendefinisikan efektivitas adalah latar belakang perilaku organisasi, hubungan antara sifat produksi, kualitas, efisiensi, fleksibilitas, kepuasan, kesempurnaan dan pengembangan.
  • Emiten Ezioni (1982:54) menyatakan bahwa efektivitas organisasi dapat dinyatakan sebagai tingkat keberhasilan organisasi yang berusaha mencapai tujuan.
  • Komaruddin (1994: 294) menyebutkan efektivitas adalah suatu kondisi yang menunjukkan bahwa kegiatan manajemen berhasil mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
  • Liang G (2000: 24) menyatakan bahwa efektivitas adalah keadaan atau kemampuan manusia untuk menyediakan penggunaan yang diinginkan.
  • Soekarno K. (1986: 42) menjelaskan bahwa efektif adalah mencapai tujuan atau hasil yang diinginkan, dan tidak ada hubungannya dengan tenaga, waktu, biaya, dan alat. Artinya konsep efektivitas hanyalah hasil atau tujuan yang diinginkan. Oleh karena itu konsep efektivitas kinerja organisasi merupakan perwujudan tujuan atau hasil yang dilaksanakan oleh setiap orang.

Berdasarkan pendapat beberapa ahli dapat dipastikan bahwa efektivitas merupakan gagasan yang paling penting, karena pada dasarnya dapat memberitahu keberhasilan organisasi untuk mencapai arah.

Selain itu, efektivitas dapat diartikan sebagai tingkat perolehan arah yang semula diputuskan.

Rumus Perhitungan Efektivitas

Dalam mengukur efektivitas ada pendekatan yang biasa digunakan.

Pendekatan ini hanyalah alat untuk memudahkan menghubungkan seberapa jauh keuntungan organisasi,

  • Efektivitas = (Output Aktual / Output Target) ≥ 1

Catatan:

  • Jika hasil selisih antara output aktual dan output target < 1, maka efektivitas tidak tercapai.
  • Jika hasil selisih antara output aktual dan output target adalah 1, maka efektifitas terwujud.

Persyaratan Efektivitas Organisasi

Ada banyak persyaratan untuk efektivitas organisasi yang tentu saja berbeda dengan persyaratan untuk efektivitas lini, apalagi efektivitas pribadi.

Berikut ini adalah persyaratan tertentu dari efektivitas organisasi.

  • Persyaratan jangka pendek: mencakup sektor produksi, efektivitas dan kepuasan
  • Persyaratan jangka menengah: dapat dilihat dari kekuatan dalam beradaptasi dengan perubahan
  • Persyaratan jangka panjang: dapat dilihat dari kekuatannya dalam menjaga organisasi tetap hidup

Faktor Penentu dalam Efektivitas Organisasi

Pada kenyataannya, efektivitas organisasi dapat dikendalikan oleh empat faktor dalam budaya organisasi, yaitu:

  • Keterkaitan atau keterlibatan
  • Penyesuaian atau adaptasi
  • Visi atau misi
  • Stabilitas konsistensi

1. Keterlibatan

Keterkaitan yang dimaksud disini adalah suatu tindakan yang membuat staf merasa terlibat dalam kegiatan organisasi sehingga dapat membuat staf merasa lebih bertanggung jawab lagi mengenai perlakuan yang telah dan akan dilakukan.

Pengertian lainnya adalah kebebasan atau kemandirian yang dimiliki setiap individu dalam mengekspresikan ide-idenya.

Hubungan ini perlu dipandang sebagai garis atau pemimpin suatu organisasi selama masih berkaitan dengan ide-ide dalam upaya untuk lebih memajukan dan meningkatkan organisasi atau perusahaan tersebut.

Keterkaitan ini sendiri terdiri dari 3 tanda, yaitu:

  • Pemberdayaan: proses memungkinkan staf untuk memiliki masukan dan kontrol atas pekerjaan mereka dan dapat secara terbuka berbagi saran dan ide tentang pekerjaan mereka.
  • Kerja tim (Team Orientation): menunjukkan efektivitas kerja tim ketika berkontribusi pada suatu organisasi dimana prosesnya merupakan upaya untuk memecahkan suatu masalah dan meningkatkan perkembangan anggotanya.
  • Strength Development (Pengembangan Kapabilitas): kekuatan dalam suatu organisasi untuk dapat meningkatkan kekuatan stafnya sehingga dapat bersaing dan mencapai arah organisasi.

2. Adaptasi

Sebagai kekuatan yang ada dalam organisasi agar mampu memaknai dampak lingkungan terhadap organisasi.

Tujuannya adalah kekuatan organisasi dalam merespon perubahan yang terjadi di lingkungan eksternal dengan melakukan perubahan internal dalam suatu organisasi.

Ada tiga tanda:

  • Menciptakan Perubahan: kekuatan organisasi dalam hal melakukan perbaikan dan mengikuti perubahan yang terjadi.
  • Loyal Customer Focus (Fokus Konsumen): kekuatan organisasi dalam memperhatikan kepuasan pelanggan setia.
  • Pembelajaran Organisasi (Organizational Learning): suatu proses yang memberikan dukungan organisasi sehingga dapat menyesuaikan diri dengan transisi dan mampu berkembang menjadi lebih baik.

3. Mission (Misi)

Visi sebagai manifestasi dari dimensi budaya yang menunjukkan arah spesifik organisasi yang menjadikan anggota organisasi kuat dan terkonsentrasi pada apa yang dianggap penting oleh suatu organisasi.

Daya adaptasi dapat dilihat dari 3 tanda di bawah ini.

  • Measurable and Intent Tactics: sebagai gambaran yang jelas tentang arah organisasi dan dapat membuat anggota suatu organisasi memahami kontributor dan perannya masing-masing dalam suatu organisasi.
  • Arah dan Objektivitas (Goals and Objectivity): sebagai hasil yang diharapkan melalui upaya yang terukur dan terukur, ambisius namun tetap harus menjadi kenyataan.
  • Mission (Visi): sebagai visi bersama tentang tujuan yang ingin dicapai bersama dalam suatu organisasi yang terbagi menjadi nilai-nilai dan pertimbangan bersama yang mampu memberikan petunjuk kepada anggota organisasi.

4. Stabilitas (Konsistensi)

Stabilitas sebagai tahap persetujuan anggota dalam suatu organisasi atas asumsi dasar dan nilai-nilai inti suatu organisasi.

Ada tiga tanda stabilitas, yaitu:

  • Nilai Inti: sebagai dasar yang tetap mengenai sesuatu yang benar atau tidak yang mengarah pada perlakuan dan sikap staf dalam mencapai arah organisasi.
  • Kesepakatan: proses di mana staf dalam suatu organisasi dapat mencapai pendapat umum tentang isu-isu yang muncul.
  • Koordinasi dan Integrasi (Coordination and Integration): berbagai peran dan unit dalam organisasi yang bekerja sama dalam mencapai arah organisasi tidak perlu menunggu haknya masing-masing.

Langkah-Langkah Menghitung Efektivitas Organisasi

Setelah kita mengetahui pengertian efektivitas organisasi, selanjutnya kita akan mengupas lebih jauh tentang cara menghitungnya menurut beberapa ahli, salah satunya adalah:

Menurut Sterss

Sterss menyatakan bahwa ada lima syarat yang digunakan untuk menghitung efektivitas organisasi, yaitu:

1. Produktivitas

Ketika suatu perusahaan mampu menghasilkan sesuatu bagi perusahaan dalam jumlah besar atau memberikan keuntungan bagi perusahaan, yang tentunya menghasilkan keuntungan yang besar bagi perusahaan.

2. Kekuatan atau Elastisitas Penyesuaian

Setiap elemen dalam perusahaan seperti CEO, manager, supervisor hingga karyawan dapat menyesuaikan diri dengan baik. Dengan demikian, semua elemen dalam perusahaan akan bekerja secara fleksibel.

3. Kepuasan Kerja

Kepuasan kerja akan menunjukkan jika individu telah berhasil mencapai tujuan yang diberikan oleh perusahaan.

Secara otomatis perusahaan berhasil mencapai arah.

Meskipun perusahaan telah mencapai arah itu harus terus menetapkan tujuan arah baru, meningkatkan kualitas dan kuantitas untuk keberhasilan perusahaan.

4. Mampu menghasilkan keuntungan

Perusahaan yang mampu menghasilkan laba yang besar merupakan parameter dalam efektivitas organisasi.

Ketika suatu perusahaan dapat menghasilkan laba yang besar, berarti perusahaan tersebut dapat memproduksi dan menjual barang atau jasanya dengan baik di tengah persaingan yang kuat.

5. Pencarian Sumber Daya

Sebuah perusahaan harus jeli dalam mencari sumber daya yang berkualitas. Memiliki sumber daya yang baik akan berpengaruh pada efektifitas dan produk yang dibuat.

Menurut Sharma

Sharma mengatakan ada banyak hal yang harus diperhatikan dalam menghitung efektivitas organisasi, yaitu:

1. Penyesuaian

Kekuatan karyawan untuk beradaptasi dalam transisi di dalam dan di luar organisasi adalah wajib.

Jika karyawan yang mudah beradaptasi lebih cepat beradaptasi dengan perubahan yang terjadi.

2. Tidak Ada Perselisihan

Tidak ada perselisihan yang mendefinisikan jika tidak ada kekacauan dalam suatu organisasi atau perusahaan.

Selain itu, dapat menentukan ketidakberlanjutan hambatan yang timbul dari perselisihan antar pengisi struktur organisasi.

Menurut Gibson

Gibson mengatakan bahwa efektivitas organisasi dapat diukur dengan banyak cara, salah satunya adalah:

1. Kepastian arah yang ingin dicapai

Mengetahui arah dan ide yang jelas dapat memudahkan perusahaan untuk mencapai kesuksesan bersama.

Perusahaan itu sendiri pasti memiliki tujuan atau target yang bisa ditentukan dari minggu, bulan, hingga tahun.

Perusahaan harus secara berkala melakukan penilaian untuk melihat apakah target yang diberikan sudah terealisasi atau belum.

Perusahaan juga dapat mengubah taktik setelah mereka membuat penilaian.

Dengan menggunakan taktik baru tersebut diharapkan dapat membantu pencapaian tujuan perusahaan yang lebih baik.

2. Punya Ide Memasak

Ketika kita merencanakan sesuatu, kita menyarankan agar apa yang telah diprediksi harus jelas, terencana, dan terarah. Mengapa?

Sebab, jika idenya tidak pasti akan terjadi kebingungan bagaimana menjalaninya.

Desain berarti segala sesuatu yang telah dilakukan selangkah demi selangkah untuk meminimalkan kesalahan yang tidak terduga.

Directional memiliki arti jika ide yang digerakan akan sesuai dengan sumber daya yang ada.

Misalnya akan menghasilkan sekitar 1000 produk dan harus ditangani oleh 100 karyawan, artinya SDM harus menyediakan sekitar 100 karyawan agar produksi dapat terpenuhi.

3. Lewati Pengaturan Program

Dalam membuat program kerja suatu perusahaan harus memiliki penyusunan program yang akurat.

Mengapa perlu dilaksanakan?

Sehingga program berjalan sesuai keinginan.

Tugas yang paling dekat dengan tenggat waktu harus diprioritaskan dan kemudian dilanjutkan dengan program yang tidak terlalu membuat stres.

4. Sarana dan prasarana yang ada

Sarana dan prasarana yang baik tentunya akan menunjang kinerja pegawai. Seperti misalnya fasilitas internet lancar.

Dengan fasilitas internet yang lancar tentunya akan mempercepat dan mempermudah tugas perusahaan digital.

5. Mekanisme Pengawasan dan Regulasi Pendidikan

Sekalipun prosesnya sama, kinerja karyawan harus dipantau dengan baik. Jika terjadi kesalahan maka pegawai sebagai pimpinan harus mendidik pegawai dengan baik.

Sistem dalam Menentukan Efektivitas Organisasi

Sistem yang digunakan oleh organisasi untuk mencapai arah, yaitu:

1. Sistem Penguatan Arah

Pada hakekatnya organisasi merupakan suatu kesatuan yang mempunyai arah dan logika. Oleh karena itu, perolehan arah dapat menjadi titik balik untuk tujuan yang sukses.

Namun, untuk mencapai arah tersebut, ada asumsi lain yang perlu diperhatikan, yaitu organisasi harus memiliki arah akhir.

Arahan harus dijelaskan secara rinci agar mudah dipahami. Dan selain itu, kesepakatan umum harus dicapai untuk mencapai arah.

2. Sistem Mekanisme

Efektivitas mekanisme yang di dalamnya terdapat pendekatan struktural menunjukkan bahwa setiap organisasi terbagi menjadi bagian-bagian yang sama-sama terkait.

Jika ada satu sisi yang kinerjanya buruk, maka secara keseluruhan berpengaruh negatif.

Kelemahan yang paling terlihat saat menggunakan sistem mekanis adalah adanya hubungan dengan pengukur.

Selain itu, apakah sistemnya benar-benar penting?

3. Sistem Daerah Pemilihan

Dalam sistem ini, efektivitas organisasi benar-benar dilihat sejauh mana organisasi telah berhasil memenuhi persyaratan konstituen tertentu.

Menggunakan sistem ini mengurangi kesempatan bagi manajer untuk meremehkan jajaran yang kemampuannya dapat menghambat organisasi.

Demikian artikel mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas organisasi. Semoga bermanfaat.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.