8 Penyebab Laporan Keuangan Bisnis Tidak Sehat

Penyebab Laporan Keuangan Bisnis Tidak Sehat | Setelah mengetahui pentingnya neraca dalam bisnis Anda, maka neraca tidak hanya menampilkan keadaan bisnis Anda saat ini, tetapi juga dapat menjadi dasar pengambilan keputusan untuk bisnis Anda di masa depan.

Itulah alasan mengapa tampaknya neraca ini benar-benar harus menjadi perhatian Anda. Benar-benar perlu diperhatikan. Karena semuanya bersumber dari neraca, maka segala bentuk informasi yang memvisualisasikan perusahaan Anda dapat ditelusuri pada neraca yang disajikan, tentunya harus disajikan dengan benar ya.

Tentu kita tentu ingin tahu, apa saja neraca yang tidak sehat yang tidak boleh ada di neraca kita.

Penyebab Laporan Keuangan Bisnis Tidak Sehat

Penyebab Laporan Keuangan Bisnis Tidak Sehat

1. Uang Bisnis Bersatu Dengan Uang Individu

Bukan rahasia lagi, banyak pebisnis yang menganggap hal ini biasa-biasa saja sehingga masih dilakukan hingga saat ini. padahal sebenarnya ini adalah hal yang sangat mendasar yang ternyata bisa membuat neraca keuangan Anda bocor.

Terlebih lagi, jika Anda memiliki penyakit boros, ini dipastikan neraca Anda bocor dan menjadi tidak sehat. yang hobi belanja, rupanya lupa kalau selama ini belanja pakai uang usaha. Siapa yang akan direpotkan nanti untuk memasukkan gaji karyawan? jika ternyata saldo di m banking minus.

Untuk menghindari pencampuran uang bisnis dengan uang pribadi Anda, Anda harus bekerja pada mekanisme penghargaan. mekanisme penghargaan ini sangat bagus sehingga Anda juga dapat mengatur kendali atas diri Anda sendiri. Dengan mekanisme reward ini Anda juga bisa melihat untung atau rugi bisnis Anda.

2. Terlalu Banyak Akun yang Tidak Dapat Ditagih

Sebagian besar akun yang tidak tertagih juga dapat membuat neraca Anda tidak sehat. Banyaknya piutang yang resisten kepada konsumen membuat operasional bisnis Anda terganggu karena banyak uang Anda yang berada di luar atau belum masuk ke bisnis Anda.

Jika hal ini terus diabaikan, maka akan berdampak mengancam bisnis Anda. Alangkah baiknya jika Anda membuat mekanisme fall-out. jadi piutang ini ada umur piutangnya, ada tanggal jatuh tempo pembayarannya, dengan usaha seperti ini usaha anda tertangani dengan baik.

Baca juga: Ciri-ciri Usaha Bisnis Tidak Menguntungkan

3. Terlalu Banyak Hutang

Piutang tidak hanya membuat neraca Anda tidak sehat, tetapi terlalu banyak hutang juga dapat membuat neraca Anda menjadi serius.

Apalagi jika marketing di bisnis anda sedang down, dan ada hutang yang harus anda lunasi secepatnya, belum lagi masalah operasional kantor yang harus tetap jalan meskipun marketing sedang mengalami penurunan. perlu anda ketahui bahwa rasio utang aman dibawah 40%, jika diatas 40% akan merugikan keuangan usaha anda.

4. Kurangnya Pemantauan

Dalam hal perimbangan keuangan ini, pengawasan menjadi sangat penting. Selain pemantauan ini, Anda dapat lebih mengetahui keadaan bisnis Anda, Anda juga dapat segera mengetahui jika ada manipulasi yang terjadi pada bisnis Anda.

Langkah termudah dalam melakukan monitoring adalah dengan melakukan pengujian secara rutin, bisa dilakukan seminggu sekali atau sebulan sekali, pengecekan bukti fisik dengan catatan, melakukan transaksi bisnis secara non tunai, untuk memudahkan Anda dalam melakukan pengujian.

Dengan melakukan pemantauan secara rutin, Anda akan memahami apa yang terjadi dengan bisnis yang Anda jalani sekarang atau di masa depan.

5. Kegagalan Selama Produksi

Terkadang sebagian dari kita tidak mengerti bahwa jika produksi ini tidak berhasil, itu juga berdampak besar pada kesehatan neraca bisnis Anda. bagaimana bisa? Ya, produksi harus membeli bahan baku. uang mentah? Ya, jika produk tidak berfungsi, kami pikir uang untuk membeli bahan baku akan hangus. dan ini juga harus disertakan dalam pengumpulan data kerugian bisnis Anda.

intinya bisa belajar dari kekalahan awal. Jika orang biasa belajar dari kesalahan awal, jika bisnis bisa belajar dari kerugian yang menimpa bisnis Anda. untuk meminimalkan kerugian. Dan jika tidak berhasil, apa jalan keluarnya?

Solusinya ya, Anda harus mencari orang produksi yang sesuai dengan bidang usaha Anda. Misalnya, jika Anda seorang pebisnis fashion Anda harus benar-benar memperhatikan orang-orang yang membuat ini harus menguasai minimal yang ingin Anda pelajari, yang Anda butuhkan hanyalah mau belajar! Jika dia mau belajar, artinya dia akan terus belajar dari kesalahannya di awal.

Baca juga: 8 Cara Membuat Jaringan Bisnis yang Kuat dan Menguntungkan

6. Beli Peralatan yang Tidak Anda Butuhkan

Hal ini sering dianggap mudah oleh sebagian pebisnis, padahal sebenarnya jika kita melihat dampaknya ternyata bisa mempengaruhi kesehatan neraca Anda. kita harus ingat “mencari apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita harapkan”. karena terkadang Anda fokus membeli segala bentuk yang enak dipandang mata, namun ternyata lupa untuk membandingkan mana yang harus menjadi kebutuhan dan mana yang hanya sekedar keinginan belaka, karena jika tidak Anda perhatikan dengan baik, neraca Anda bisa mendapatkan boros.

Solusinya adalah dengan membeli peralatan yang memang benar-benar dibutuhkan, dilihat dari kualitas barangnya, sehingga bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama. kalo ini bisa ngurangin budget kan? Jadi, Anda dapat menggunakan uang itu untuk hal-hal yang sangat penting.

7. Pemasaran Turun

Pemasaran ke bawah ini benar-benar membuat neraca Anda kurang sehat. Pemasaran ini adalah aspek terpenting dari upaya Anda untuk mencapai tujuan.

Karena jika pemasaran ini mengalami penurunan, dan biaya operasional perusahaan harus terus berjalan atau bahkan meningkat, semakin lama bisnis yang Anda kelola bisa bangkrut.

Solusinya, Anda harus melakukan pengembangan produk, atau Anda juga bisa melakukan promo-promo menarik, artinya semakin banyak konsumen setia yang tertarik dan membeli produk atau jasa yang dipasarkan bisnis Anda. dan ini secara otomatis akan berdampak baik pada kesehatan neraca Anda.

8. Penumpukan Bahan Baku

Mengumpulkan bahan baku sebenarnya hampir sama dengan membeli peralatan yang tidak dibutuhkan, tetapi berkaitan dengan bahan baku. sebagian dari kita belum melihat data yang ada sebelum memilih untuk membeli bahan baku, padahal ada referensi dari data pemasaran produk. produk mana yang diminati.

Umumnya, sebagian pelaku bisnis hanya membeli secara langsung, yang perlu stok bahan baku yang aman. padahal sebenarnya hal ini justru membuat anda mengalami kerugian, jika ternyata bahan bakunya kurang laku setelah dibuat karena salah sasaran saat membeli atau menjualnya.

Akibatnya, banyak bahan baku yang tertimbun. Solusinya, jika sebelum membeli bahan baku pastikan dulu berdasarkan data. sehingga pas saat membeli dan tidak ada penimbunan bahan baku.

Nach, itu hanya kebiasaan buruk yang terkadang sudah Anda ketahui jika sebenarnya sangat berbahaya bagi neraca keuangan Anda namun tetap saja Anda lakukan.

Jika Anda merasa beberapa hal di atas masih Anda lakukan, coba periksa neraca keuangan Anda, apakah benar-benar sehat atau sebaliknya?

Sekian artikel berjudul Penyebab Laporan Keuangan Bisnis Tidak Sehat, semoga bermanfaat.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.